Nikah: Penjelasan Konsep Dasar Yang Penting

Nikah adalah istilah yang umum diketahui dan dilakoni oleh kebanyakan orang di Indonesia, dan didunia. Dalam Islam sendiri, nikah dikatakan sebagai pelengkap atau penyempurna iman.

Namun, tidak sedikit juga dari kebanyakan orang yang membutuhkan informasi lebih jauh tentang nikah itu sendiri. Pasalnya, nikah benar-benar sesuatu yang harus diperhatikan, karena akan ada banyak persoalan yang ditemui pasca menikah. Maka pemahaman konsep dibutuhkan untuk ini. Mari kita teruskan.

Pengertian Nikah

Nikah berasal dari bahasa Arab, yakni النكاح dan ada pula yang mengatakan untuk istilah Zawaj. Sedang dalam bahasa Indonesia umum disebut sebagai pernikahan. Nikah ataupun perkawinan adalah hal yang hampir sama. Jadi, ini hanyalah persoalan penggunaan istilah semata.

Al-Imam Taqi al-Din Abi Bakr mengatakan bahwa pernikah adalah sebuah ungkapan tentang akad yang sangat jelas dan terangkum atas rukun-rukun dan syarat-syarat.[ref]Al-Imam Taqi al-Din Abi Bakr bin Muhammad al-Husaini al-Damsyiqi al-Syafi’i, T.Th. Kifayah al-Akhyar fi Halli Ghayat al-Ikhtishar. Semarang: Usaha Keluarga. Juz 2. h. 36.[/ref]

Rukun Nikah

Agar pelaksanaan nikah dapat terlaksana dengan baik, maka seyogyanya mengikuti rukun nikah. Adapun rukun nikah diantaranya yakni:

1. Wali

Pernikahan yang tanpa dihadiri oleh wali atau tanpa diizinkan oleh wali, maka pernikahan itu batal. Hal ini tertuang dalam Hadis riwayat Abu Daud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah, yang mengatakan bahwa:

Wanita mana saja yang menikah tanpa izin walinya maka nikahnya batal.

H.R. Abu Daud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah.

2. Saksi

3. Mahar

4. Akad Nikah

Tinggalkan komentar