Dalam praktik SEO, Optimasi Gambar memegang peranan penting. Gambar menjadi sangat diperhatikan, karena ia memiliki ukuran yang umumnya lebih besar.
Bayangkan, bila halaman Anda memiliki banyak gambar dengan ukuran lebih dari 50kb masing-masing gambar. Itu mengalahkan ukuran dari text html website anda sendiri. Sudah pasti, halaman memuat lebih lambat, dan bahkan peringkat anda mungkin turun.
Halaman ini, akan menjelaskan tentang optimasi gambar, defenisi, cara-caranya, serta alat yang digunakan. Mari kita pelajari.
Apa Itu Optimasi Gambar
Dalam konteks SEO, optimasi gambar untuk SEO adalah proses mengoptimalkan gambar di website atau blog agar lebih ringan, cepat dimuat, dan mudah ditemukan oleh mesin pencari seperti Google.
Mengapa Optimasi Gambar Penting?
Pada dasarnya, halaman yang dimuat dengan waktu yang singkat, menjadi salah satu faktor SEO. Google telah menggunakan matrik ini sejak 2010 untuk menentukan peringkat. Kemudian ditingkatkan untuk mobile pada tahun 2018.
Optimasi gambar, dibutuhkan karena beberapa alasan, seperti:
- Meningkatkan Kecepatan Website-Gambar yang tidak teroptimasi bisa memperlambat loading halaman, yang berdampak buruk pada pengalaman pengguna dan peringkat SEO.
- Meningkatkan Peluang Muncul di Google Image Search-Gambar yang dioptimasi dengan benar bisa muncul di pencarian gambar Google, menambah traffic ke website Anda.
- Menurunkan Bounce Rate-Halaman yang cepat dimuat meningkatkan pengalaman pengguna dan mengurangi kemungkinan mereka meninggalkan website sebelum membaca konten.
Cara Optimasi Gambar
Sekarang, kita tentukan syaratnya:
- Ukuran file yang lebih kecil
- Ditampilkan dengan ukuran yang jelas
- Jenis file gambar modern
Mari kita mulai langkah-langkahnya.
1. Kompres Gambar
Gambar yang kita hasilkan, harus memiliki file yang lebih kecil, namun tanpa mengorbankan kualitas.
Dalam pengalamana, gambar saya umumnya lebih kecil dari 50kb (bila memungkinkan).
Untuk kompres gambar, saya menggunakan banyak alat online, seperti TinyPNG, Squoosh, dan lain sebagainya. Alat-alat ini dapat membantu mengurangi ukuran file, namun kualitas gambar tetap terjaga.
Setelah ukuran file diperkecil, sekarang kita lihat bagaimana gambar itu ditampilkan dalam website.
2. Tampilkan Gambar dengan Ukuran yang Jelas
Ini sering menjadi masalah. Bahkan, dapat menyebabkan pergeseran tata letak (Cumulative Layout Shift).
Di halaman website, gambar harus memiliki ukuran yang jelas. Maksudnya, gambar harus memiliki atribut height
dan width
, agar menghasilkan ruang yang jelas untuk ditampilkan.
<img
alt="Alt"
title="Title"
data-original-height="167"
data-original-width="753"
width="753"
height="167"
src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/.../s1600-rw/.....webp"
>
Pastikan atribut Width
dan Height
benar-benar memiliki nilainya sendiri. Terkadang, hanya memiliki atribut Width
(tanpa height
), juga dapat menimbulkan masalah.
3. Pastikan Ruang Gambar Tersedia
Untuk memastikan ruang gambar untuk ditampilkan, ini biasanya diisi dengan css. Pastikan halaman anda, memiliki pengaturan CSS agar tersedia ruang untuk menampilkan gambar. Biasanya:
img{
max-width: 100%;
height: auto;
}
Anda dapat menambahkan pengaturan lain untuk ruang gambar yang akan disediakan.
4. Gunakan Format Gambar Generasi Berikutnya
Google menyarankan Anda untuk menggunakan format generasi berikutnya. Ini direkomendasikan karena dinilai memberikan kompresi lebih baik bila dibandingkan dengan format lawas (JPG, JPEG).
Beberapa format gambar yang belakangan ini banyak disarankan, yaitu format .webp
& .avif
. Anda dapat mempertimbangkan untuk memilih jenis format itu.
Bonus: Alat untuk Optimasi Gambar
Gambar perlu dikompres, agar menghasilkan ukuran file yang lebih ringan, dan tidak merugikan kualitas tampilan. Alat-alat yang akan dibahas disini, dapat digunakan untuk mengompres gambar, untuk mendapatkan ukuran file yang ideal. Mari kita teruskan.
1. Squoosh
Squoosh adalah alat alternatif Saya, untuk melakukan kompres gambar.
Squoosh pertama kali diluncurkan pada tahun 2018 silam, dan ini merupakan produk dari Google. Karena itu, saya menyukainya.
Saya melakukan percobaan dengan ukuran file gambar sebesar 427kb.

Squoosh menghasilkan kompresi yang lebih besar, dan terlihat gambar tidak rusak. 79% kompresi dihasilkan untuk gambar Saya, dan menyisakan ukuran file 88.2kb, dengan mengubah dari JPG ke Webp.
Fantastis...!
2. TinyPNG
TinyPNG merupakan salah satu alat yang paling sering Saya gunakan dalam kompres gambar.
Alat ini, benar-benar mampu menghasilkan kompresi yang lebih rendah terhadap gambar.
Meski demikian, kualitas gambar juga tidak dikorbankan.
Saat melakukan percobaan dengan gambar yang sama, hasil untuk Webp 129kb, tidak lebih baik dari Squoosh. Tetapi, ini bukan hasil yang buruk.

3. ImageResizer
Bila Anda ingin alat yang sederhana, namun menghasilkan kompresi yang lumayan bagus, imageresizer.com mungkin bisa jadi solusi.
Alat ini memungkinkan Anda untuk mengubah ukuran gambar, serta mengubah jenis file gambar yang akan dihasilkan.
Terkadang, Saya juga menggunakan ini untuk kondisi yang instan. Tetapi lagi-lagi, saya mengorbankan waktu untuk menggunakan Squoosh.
Saat melakukan percobaan dengan gambar yang sama, mengubah ukuran dan jenis Webp, alat ini hanya menghasilkan 65% kompresi.

Gambar awal sebesar 416kb, setelah di kompres tersisa 145.4kb.
Penutup
Dari banyaknya alat optimasi gambar yang dijabarkan di atas, sebenarnya anda dapat menggunakan yang manapun. Tetapi, Saya lebih sering menggunakan Squoosh untuk optimasi gambar. Selain gambar yang dihasilkan sangat optimal, persentase kompresi yang diterapkan juga tergolong tinggi.
Hasilnya, ukuran gambar menjadi lebih ringan, tanpa mengorbankan kualitas gambar.
Gambar yang optimal, menghasilkan ukuran yang lebih ringan, dan membantu mempercepat waktu muat halaman. Ini juga merupakan salah satu SEO Signal untuk mesin pencari.
Jika Anda memiliki alat lain yang belum dicantumkan disini, beritahu saya di kolom komentar.
Komentar